(
Pertemuan ke 2 )
Menggambar
merupakan kegiatan yang sangat disukai oleh anak, dan dapat dikatakan bahwa
gambar merupakan ungkapan suatu perasaan atau bahasa visual, dengan menggambar
anak dapat berekspresi menyalurkan perasaannya.
Cara
menilai karya gambar anak-anak berbeda dengan cara menilai karya gambar orang
dewasa, dikarenakan jiwa seni dalam diri anak masih sangat bebas, tidak ada
batasan-batasan dalam anak menggambar. Menurut pendapat Langeveld seorang pakar
pendidikan, perkembangan jiwa anak hingga masa remaja sangat dipengaruhi oleh
factor intern dan ekstern yaitu lingkungan dimana anak itu berada, seperti
contoh anak-anak Indonesia yang senang menggambar gunung kembar, laut/pantai,
pasar tradisional, dan persawahan dimana anak Indonesia melihat alam sekitar
yang hijau dan penuh pegunungan/pantai.
Harus
diperhatikan bahwa dalam usaha mendidik anak, belum ditemukannya suatu cara
yang sempurna untuk mengembangkan segala kemampuan positif dalam diri anak.
Oleh sebab itu pendidiklah yang harus merumuskan segala sesuatunya agar tidak
terjadi dampak samping yang negatif. Contohnya, dalam usia berapakah seorang
anak diberi bahan pelajaran menggambar binatang, tumbuh-tumbuhan, manusia,
perspektif benda, perspektif pemandangan alam dan lain-lain.
Dalam
teori bapak Primadi Tabrani perkembangan gambar anak sama seperti bahasa rupa
gambar-gambar tradisi yaitu prasejarah, gambar primitif, gambar anak-anak, dan
gambar-gambar tunggal yang dirangkai.
·
Perkembangan Menggambar Pada Anak Menurut
Para Ahli
Terdapat
beberapa ahli yang melakukan penelitian dibidang perkembangan menggambar pada
usia kanak-kanak yaitu :
1. Menurut
penelitian Cyril Burt hasil gambar karya anak-anak usia 2-5 tahun merupakan
Masa Corengan yang meliputi Goresan yang tak teratur (2tahun), Goresan teratur
(3 tahun), Goresan berdasarkan intuisi anak (4 tahun), Goresan yang
terlokalisir (5 tahun). Masa
simbolisme diskriptif (6 tahun), Masa realisme deskriptif (7-8 tahun), Masa
visual realisme (9-10 tahun), Masa perwujudan (11-14 tahun), Masa revival
(15-17 tahun).
2. Penelitian
menurut Italo L, de Francesco menggolongkan perkembangan gambar anak sebagai
berikut : Tahap manipulatif (2-6 tahun), Masa pra simbolik (simbolik) (7-10
tahun), Masa awal realisme (11-13 tahun), Realisme proyektif (14-15 tahun),
Realisme Analistis (16-17 tahun)
3. Penelitian
menurut Victor Lowenfeld di bagi menjadi 6 tahapan yaitu : Awal masa ekspresi
diri (2-4 tahun), Prabagan (5-7 tahun), Bagan (8-9 tahun), Realisme (10- 12
tahun), Naturalisme semu (13-14 tahun), Masa penentuan(15-17 tahun).
Dapat
dilihat dari ketiga penelitian yang dilakukan oleh para ahli di atas terdapat
perbedaan cara pandang mengenai gambar usia kanak-kanak yaitu Cyril Burt lebih
mengutamakan segi perkembangan psikomotor (keterampilan) anak memakai
tangannya, sedangkan Italo L, de Francesco lebih mengutamakan perkembangan
afeksi (sikap dan perasaan) anak, dan Victor Lowenfeld lebih mengutamakan
gabungan dari perkembangan aspek kognitif (pengetahuan), afeksi dan psikomotorik
anak, sedangkan batas usia pola menggambar anak bersifat relatif, sebab setiap
individu anak memiliki irama dan tempo perkembangan yang tidak sama. Penjelasan
singkat mengenai tahap-tahap perkembangan gambar sesuai usia pada masa
kanak-kanak menurut para ahli di atas yaitu:
1. Cyril Burt.
·
Usia 2 tahun, Goresan tak terarah dalam
menggores dengan goresan lurus, membusur dengan arah sembarang seperti
horisontal, vertikal atau diagonal.
·
Usia 3 tahun, Goresan terarah dalam
menggores yang berupa goresan melingkar atau spiral.
·
Usia 4 tahun, Goresan intuitif yakni
goresan dengan bentuk tertentu yang diperoleh secara kebetulan.
·
Usia 5 tahun, Goresan lokalisasi ialah
goresan melingkar, vertikal, horisontal dan diagonal dibuat mengelompok pada
salah satu bidang gambar, seperti bidang samping kiri, kanan, atas atau bawah.
·
Usia 6 tahun, Masa simbolisme deskriptif,
seorang anak menamai gambarnya, meskipun tidak mirip dengan bentuk aslinya.
·
Usia 7-8 tahun merupakan masa realisme
deskriptif. Pada usia ini anak merasakan adanya kenyataan nyata dari apa yang
dilihat, tetapi belum mampu mengungkapkan dengan cara yang benar. Kenyataan itu
ialah segala benda dan machluk hidup keberadaannya dalam ruang dan kedalaman.
·
Usia 9-10 tahun masa visual realisme,
dimana anak mampu menggambar bentuk dan warna obyek cenderung mirip aslinya.,
meskipun bila diamati dengan cermat masih banyak ditemukan bagian-bagian gambar
yang tidak mirip dengan obyek aslinya.
·
Usia 11 – 14 th. merupakan masa perwujudan
dengan ciri-ciri umum dengan gambar yang dibuat jauh lebih mirip dengan obyek
aslinya., meskipun dengan proporsi yang tidak tepat dengan obyek aslinya.
·
Usia 15 -17 adalah masa revival, yakni
masa anak mencoba menggambar untuk menghidupkan kembali obyek yang pernah
dilihatnya. Ciri umum ialah pengungkapan dimensi ruang dan kedalaman menjadi
usaha serius, misalnya dengan memperhatikan terang gelapnya obyek jika ditimpa
cahaya dari arah sudut tertentu. Cara lain dengan menggambar benda dengan
metode perspektif paralel seperti metode isometri, dimetri atau kavalier.
Beberapa anak bahkan mampu menggambar obyek dengan metode menggambar perspektif
dengan satu titik lenyap, dua titik lenyap pada garis cakrawala.
2. Italo L, de Francesco
·
Tahap manipulatif ( usia 2tahun – 6
tahun), Merupakan tahap menggunakan alat-gambar agar menjadi mahir. Hasil
gambar berupa corengan dan simbol deskriptif berdasarkan perkembangan
menggambar dari Cyrill Burt.
·
Masa pra simbolik dan simbolik( usia 7
tahun-10 tahun). Hasil gambar pada usia ini mirip dengan gambar anak masa
realisme deskriptif (7 tahun-8 tahun ), dan visual realisme ( 9 tahun-10 tahun)
dari Cyril Burt.
·
Masa awal realisme (usia 11 tahun-13
tahun). Hasil gambar mirip pola perwujudan menurut pendapat Cyril Burt.
·
Masa realisme proyektif (usia 14 tahun-15
tahun), Hasil gambar merupakan campuran masa perwujudan dan revival dari Cyril
Burt.
·
Masa realisme analistis ( usia 16 tahun-17
tahun). Hasil gambar mirip tahap menggambar masa revival dari Cyril Burt.
3. Victor Lowenfeld
·
Masa ekspresi diri ( usia 2 tahun - 4 tahun),
Pada masa ini hasil menggambar mirip bentuk corengan dari tahap menggambar
menurut Cyril Burt.
·
Masa pra bagan ( usia 5 tahun – 7 tahun),
Hasil gambar merupakan campuran perkembangan gambar anak-anak pda masa
lokalisasi, simbolisme deskriptif, dan masa realisme deskriptif dari Cyril
Burt.
·
Masa bagan ( usia 8 tahun - 9 tahun),
Hasil gambar merupakan campuran perkembangan gambar anak-anak pada masa
realisme deskriptif dan visual realisme dari Cyril Burt.
·
Masa realisme ( usia 10 tahun - 12 tahun),
Hasil gambar merupakan campuran perkembangan gambar anak-anak pada masa
realisme dan perwujudan dari Cyril Burt.
·
Masa naturalisme semu ( usia 13 tahun - 14
tahun), Hasil gambar merupakan campuran perkembangan gambar anak-anak pada masa
perwujudan dari Cyril Burt.
·
Masa penentuan ( usia 15 tahuna – 17
tahun), Hasil gambar merupakan campuran perkembangan gambar anak-anak pada masa
revival dari Cyril Burt.
Komentar
Posting Komentar