RESUME KURIKULUM TK YANG MEMBAHAS SENI RUPA


Pertemuan ke 13

Anak TK merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia TK merupakan masa keemasan (golden age) di mana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak, termasuk anak TK, merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pendidikan TK diberikan pada anak agar dapat berkembang secara optimal.
Dalam pendidikan di TK tentunya terdapat kurikulum yang akan menjadi dasar dalam pembelajaran. Kurikulum menurut UU : No. 20 Tentang SPN merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum yang berlaku di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yaitu kurikulum 2013 (K 13).
Dalam kurikulum 2013 pembelajaran pada anak menggunakan pendekatan tematik dan saintifik. Pendekatan tematik, dimana setiap harinya terdapat tema dan sub tema yang akan di jadikan acuan pembelajaran, dan pendekatan saintifik yaitu pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapat pengalaman belajar melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.
Pengembangan seni pada pembelajaran di TK dirasa sangat perlu, mengapa ? karena Setiap hari, anak-anak akan menemukan beragam alat dan bahan yang ia jumpai dalam kegiatan sehari-hari, yang menyediakan peluang bagi anak untuk melakukan aktivitas seni. Kemampuan seni merupakan salah satu dari bidang kemampuan dasar yang dikembangkan untuk meningkatkan kreativitas anak. Setiap individu sejak dilahirkan telah memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Melalui kegiatan seni, anak dapat menyatakan perasaan dan gagasan, meningkatkan koordinasi mata dan tangan mereka, mengembangkan keterampilan otot kecil, belajar untuk mengenali warna, ukuran dan bentuk suatu benda serta mengembangkan kreativitas dengan cara mengeksplorasi dan menggunakan alat dari berbagai bahan-bahan seni baik yang terdapat di alam atau yang telah disediakan oleh orang dewasa lain.
 Pada anak usia dini, mereka membutuhkan kesempatan untuk mengungkapkan cara pandangnya secara bebas sehingga imajinasi/fantasi yang dipikirkan dapat diekspresikan secara bebas pula, dan inilah yang menjadikan anak menjadi kreatif. Proses kreatif pada anak usia dini, dimunculkan pada kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan anak dengan situasi dan kegiatan yang menyenangkan (kegiatan bermain). Kegiatan seni ini bisa kegiatan menari, bermain musik, bermain drama/peran, dan seni kerajinan tangan/seni rupa. Dengan kegiatan seni ini diharapkan akan menjadikan anak-anak menjadi ekspresif, kreatif dan imajinatif

Komentar