KURIKULUM TK YANG MEMBAHAS SENI RUPA


Pertemuan ke 12

Anak TK merupakan individu yang berbeda, unik, dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Masa usia TK merupakan masa keemasan (golden age) di mana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Perlu disadari bahwa masa-masa awal kehidupan anak, termasuk anak TK, merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pendidikan TK diberikan pada anak agar dapat berkembang secara optimal.
Dalam pendidikan di TK tentunya terdapat kurikulum yang akan menjadi dasar dalam pembelajaran. Kurikulum menurut UU : No. 20 Tentang SPN merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Kurikulum yang berlaku di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yaitu kurikulum 2013 (K 13).
Dalam kurikulum 2013 pembelajaran pada anak menggunakan pendekatan tematik dan saintifik. Pendekatan tematik, dimana setiap harinya terdapat tema dan sub tema yang akan di jadikan acuan pembelajaran, dan pendekatan saintifik yaitu pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mendapat pengalaman belajar melalui mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan.
Pengembangan seni pada pembelajaran di TK dirasa sangat perlu, mengapa ? karena Setiap hari, anak-anak akan menemukan beragam alat dan bahan yang ia jumpai dalam kegiatan sehari-hari, yang menyediakan peluang bagi anak untuk melakukan aktivitas seni. Kemampuan seni merupakan salah satu dari bidang kemampuan dasar yang dikembangkan untuk meningkatkan kreativitas anak. Setiap individu sejak dilahirkan telah memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Melalui kegiatan seni, anak dapat menyatakan perasaan dan gagasan, meningkatkan koordinasi mata dan tangan mereka, mengembangkan keterampilan otot kecil, belajar untuk mengenali warna, ukuran dan bentuk suatu benda serta mengembangkan kreativitas dengan cara mengeksplorasi dan menggunakan alat dari berbagai bahan-bahan seni baik yang terdapat di alam atau yang telah disediakan oleh orang dewasa lain.
 Pada anak usia dini, mereka membutuhkan kesempatan untuk mengungkapkan cara pandangnya secara bebas sehingga imajinasi/fantasi yang dipikirkan dapat diekspresikan secara bebas pula, dan inilah yang menjadikan anak menjadi kreatif. Proses kreatif pada anak usia dini, dimunculkan pada kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan anak dengan situasi dan kegiatan yang menyenangkan (kegiatan bermain). Kegiatan seni ini bisa kegiatan menari, bermain musik, bermain drama/peran, dan seni kerajinan tangan/seni rupa. Dengan kegiatan seni ini diharapkan akan menjadikan anak-anak menjadi ekspresif, kreatif dan imajinatif.
Pada hakikatnya terdapat beberapa prinsip pembelajaran di TK yang dapat dijadikan acuan guru dalam memberikan pembelajaran :
1.      Berorientasi pada Perkembangan Anak
Dalam melakukan kegiatan, pendidik perlu memberikan kegiatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Anak merupakan individu yang unik, maka perlu memperhatikan perbedaan secara individual. Dengan demikian dalam kegiatan yang disiapkan perlu memperhatikan cara belajar anak yang dimulai dari cara sederhana ke rumit, konkrit ke abstrak, gerakan ke verbal, dan dari ke-aku-an ke rasa sosial.
2.      Berorientasi pada Kebutuhan Anak
Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak pada usia dini sedang membutuhkan proses belajar untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangannya. Dengan demikian berbagai jenis kegiatan pembelajaran hendaknya dilakukan berdasarkan pada perkembangan dan kebutuhan masing-masing anak.
3.      Bermain Sambil Belajar atau Belajar Seraya Bermain
Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan pembelajaran di TK. Kegiatan pembelajaran yang disiapkan oleh pendidik hendaknya dilakukan dalam situasi yang menyenangkan dengan menggunakan strategi, metode, materi/bahan, dan media yang menarik serta mudah diikuti oleh anak. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak. Ketika bermain anak membangun pengertian yang berkaitan dengan pengalamannya.
4.      Stimulasi Terpadu
Perkembangan anak bersifat sistematis, progresif dan berkesinambungan. Hal ini berarti kemajuan perkembangan satu aspek akan mempengaruhi aspek perkembangan lainnya. Karakteristik anak memandang segala sesuatu sebagai suatu keseluruhan, bukan bagian demi bagian. Stimulasi harus diberikan secara terpadu sehingga seluruh aspek perkembangan dapat berkembang secara berkelanjutan, dengan memperhatikan kematangan dan konteks sosial, dan budaya setempat. Contohnya jika anak melakukan kegiatan makan, maka dalam kegiatan tersebut anak mengembangkan aspek: Moral/agama : mengerti tata cara makan yang baik dan benar  Sosial, emosional dan kedisiplinan : menolong diri sendiri  Bahasa : mengenal kosakata tentang nama makanan dan peralatan makan  Kognitif : mengerti manfaat makan  Motorik : mulai belajar memegang sendok.
5.      Lingkungan Kondusif
Lingkungan pembelajaran harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangkan serta demokratis sehingga anak selalu betah dalam lingkungan sekolah baik di dalam maupun di luar ruangan. Lingkungan fisik hendaknya memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. Penataan ruang belajar harus disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain sehingga anak dapat berinteraksi dengan mudah baik dengan pendidik maupun dengan temannya. Lingkungan belajar hendaknya tidak memisahkan anak dari nilai-nilai budayanya, yaitu tidak membedakan nilai-nilai yang dipelajari di rumah dan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar. Pendidik harus peka terhadap karakteristik budaya masing-masing anak.
6.      Menggunakan Pendekatan Tematik
Kegiatan pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan tematik. Tema sebagai wadah mengenalkan berbagai konsep untuk mengenal dirinya dan lingkungan sekitarnya. Tema dipilih dan dikembangkan dari hal-hal yang paling dekat dengan anak, sederhana, serta menarik minat.
7.      Aktif, Kreatif, Inovatif, Efektif, dan Menyenangkan
Proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif, efektif, dan menyenangkan dapat dilakukan oleh anak yang disiapkan oleh pendidik melalui kegiatan-kegiatan yang menarik, menyenangkan untuk membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak berpikir kritis, dan menemukan hal-hal baru. Pengelolaan pembelajaran hendaknya dilakukan secara demokratis, mengingat anak merupakan subjek dalam proses pembelajaran.
8.      Menggunakan Berbagai Media dan Sumber Belajar
Setiap kegiatan untuk menstimulasi perkembangan potensi anak, perlu memanfaatkan berbagai media dan sumber belajar, antara lain lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik. Penggunaan berbagai media dan sumber belajar dimaksudkan agar anak dapat bereksplorasi dengan benda-benda di lingkungan sekitarnya.
9.      Mengembangkan Kecakapan Hidup
Proses pembelajaran harus diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup melalui penyiapan lingkungan belajar yang menunjang berkembangnya kemampuan menolong diri sendiri, disiplin dan sosialisasi serta memperoleh keterampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidupnya.
10.   Pemanfaatan Teknologi Informasi
Pelaksanaan stimulasi pada anak usia dini jika dimungkinkan dapat memanfaatkan teknologi untuk kelancaran kegiatan, misalnya tape, radio, televisi, komputer. Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan untuk mendorong anak menyenangi belajar.
11.  Pembelajaran bersifat demokratis
Proses pembelajaran di TK memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berpikir, bertindak, berpendapat, serta berekspresi secara bebas dan bertanggung jawab. 

 Tabel 01. Standar Kompetensi dan Indikator di TK Khusus Bidang Seni.

II. STANDAR KOMPETENSI, KOMPETENSI DASAR, HASIL BELAJAR, DAN INDIKATOR ANAK KHUSUS BIDANG SENI

KELOMPOK A (USIA 4 – 5 TAHUN)
STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR
HASIL BELAJAR
INDIKATOR
Anak mampu mengekspresikan diri dengan meng gunakan berbagai media/bahan dalam berkarya seni melalui kegiatan eksplorasi

Kemampuan mengekpresikan diri dengan menggunakan berbagai media/bahan dalam berkarya seni melalui kegiatan eksplorasi

Dapat menggambar sederhana

·         Menggambar bebas dengan berbagai media (pensil warna, krayon, arang, kapur tulis dll)
·         Menggambar bebas dari bentuk dasar titik, garis, lengkung, lingkaran, segi tiga, dan segiempat
·         Menggambar orang dengan lengkap dan sederhana (belum proposional)
·         Stempel/mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang, batang pepaya, karet busa, dll.)

Dapat mewarnai sederhana

·         Mewarnai bentuk-bentuk geometri dengan ukuran besar
·         Mewarnai bentuk gambar sederhana

Dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media

·         Mencipta 2 bentuk bangunan dari balok
·         Mencipta 2 bentuk dari kepingan bentuk geometri
·         Mencipta bentuk dengan lidi, batang korek api, stik, kotak bekas, dll.
·         Membatik dan jumputan sederhana
·         Mencocok dengan pola buatan guru
·         Bermain warna dengan berbagai media. Misalnya : krayon, cat air, dll.
·         Melukis dengan jari (finger painting)
·         Menciptakan bunyi-bunyian dengan berbagai alat
·         Menciptakan alat perkusi sederhana (misalnya membuat krincingan dari tutup botol)
·         Bertepuk tangan dengan 2 pola untuk membuat irama


Dapat mengekspresikan diri dalam bentuk gerak sederhana

·         Menggerakkan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ritmik
·         Mengekspresikan diri secara bebas sesuai irama musik

Dapat menyanyi dan memainkan alat musik sederhana

·         Menyanyikan minimal 20 lagu anak-anak
·         Bermain dengan berbagai alat musik perkusi sederhana
·         Mengucapkan syair dari berbagai lagu










KELOMPOK B (USIA 5 – 6 TAHUN)
STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR
HASIL BELAJAR
INDIKATOR
Anak mampu mengekspresikan diri dan ber- kreasi dengan berbagai gagasan, imajinasi dan menggunakan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni.

Kemampuan mengekspresikan diri dan berkreasi dengan berbagai gagasan imajinasi dan menggunakan berbagai media/ bahan menjadi suatu karya seni














































Dapat menggambar sederhana

·         Menggambar bebas dengan berbagai media (kapur tulis, pensil warna, krayon, arang, dan bahan alam).
·         Menggambar bebas dari bentuk dasar titik, garis, lingkaran, segitiga dan segiempat, dll
·         Menggambar orang dengan lengkap dan proposional
·         Mencetak dengan berbagai media (pelepah pisang, daun, bulu ayam) dengan rapi.

Dapat mewarnai sederhana

·         Mewarnai bentuk gambar dengan berbagai media.
·         Mewarnai benda 3 dimensi dengan berbagai media.

Dapat menciptakan sesuatu dengan berbagai media

·         Menciptakan 3 bentuk bangunan dari balok
·         Menciptakan 3 bentuk dari kepingan gometri
·         Menciptakan bentuk dengan lidi, stick, batang korek api, tusuk gigi, dll.
·         Menganyam dengan berbagai media. Misal: kain perca, daun, sedotan, kertas dll.
·         Membatik dan jumputan
·         Membuat gambar dengan teknik kolase dengan memakai berbagai media, (kertas, biji-bijian, kain perca, batu-batuan, bulu ayam, dll)
·         Membuat gambar dengan teknik mozaik dengan memakai berbagai bentuk/bahan(segi empat, segitiga, lingkaran dll)
·         Bermain warna dengan berbagai media. Misal : Krayon, cat air dll
·         Melukis dengan jari (finger painting)
·         Melukis dengan berbagai media (kuas, bulu ayam, daun-daunan dll)
·         Membuat berbagai bunyi dengan berbagai alat.
·         Membuat berbagai bentuk dari kertas, daun-daunan dll
·         Mencipta alat perkusi sederhana dan mengekspresikan dalam bunyi yang berirama
·         Bertepuk tangan dengan 3 – 5 pola
·         Bertepuk tangan membentuk irama


Dapat mengekspresikan diri dalam bentuk gerak sederhana

·         Mengekspresikan berbagai gerakan kepala, tangan atau kaki sesuai dengan irama musik/ritmik dengan lentur.
·         Bergerak bebas dengan irama musik
·         Menari menurut irama musik yang didengar

Dapat menyayi dan memainkan alat musik sederhana

·         Menyanyi lebih dari 20 lagu anak-anak
·         Menyanyi lagu anak sambil bermain musik.

Dapat menampilkan sajak sederhana dengan ekspresi

·         Mengucapkan sajak dengan ekspresi yang bervariasi. Misal: perubahan intonasi, perubahan gerak dan penghayatan

Dapat melakukan gerak pantomim

·         Melakukan gerak pantomim
·         Menceritrakan gerak pantomim ke dalam bahasa lisan


 



Tabel 02. Perkembangan Seni Anak dari Usia Lahir Sampai Usia 6 Tahun.


PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 146 TAHUN 2014
TENTANG
KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


KD
INDIKATOR PENCAPAIAN  PERKEMBANGAN SENI  ANAK USIA DINI LAHIR – 6 TAHUN
Lahir – 1 Tahun
1-      2 Tahun
2 – 4 Tahun
4 – 6 Tahun
Lahir-<3
Bln 3-<6
Bln 6-<9
Bln 9-<12
Bln 12-<18
Bln 18 bln-2
Thn 2-3
Thn 3-4
Thn 4-5
Thn 5-6 Thn
3.15. Mengenal
berbagai
karya dan
aktivitas
seni (*)
4.15. Menunjukkan
karya
dan
aktivitas
seni dengan
menggunakan
berbagai
media

Merespons
stimulus
yang
diberikan
misal:
bendabenda
yang
berwarna
dan
berbunyi
Senang
membuat
bunyi
dengan cara
memukul
bendabenda
di
sekitarnya
Menggerakkan
tangan
dan
anggota
tubuh
mengikuti
irama
musik
yang
didengar
atau
dilihatnya
Mulai tertarik
untuk
melakukan
kegiatan seni
seperti seni
musik,
gerak, dan
tari
Melakukan
aktivitas seni
sederhana
(misal
menggerakkan
tubuh
ketika
mendengar
musik,
menggambar
dengan
mencoret,
bernyanyi)
Melakukan
aktivitas seni
sederhana
(misal
menggerakkan
tubuh
ketika
mendengar
musik,
menggambar
lengkung dan
garis lurus,
bernyanyi)
Melakukan
aktivitas seni
sederhana
dengan lebih
teratur
sesuai
dengan
aturan/
karakteristiknya
Menghargai
penampilan
karya seni
anak lain
dengan
bimbingan
(misal
dengan
bertepuk
tangan dan
memuji)
Menghargai
penampilan
karya seni
anak lain
(misal dengan
bertepuk
tangan dan
memuji)








Menampil
kan karya
seni
sederhana di
depan anak
atau orang
lain
Membuat
karya seni
sesuai
kreativitasnya
misal seni
musik,
visual, gerak
dan tari yang
dihasilkannya dan
dihasilkan
orang lain

Catatan:
1. Tanda (*) terkait indikator kesadaran seni, tidak diterjemahkan bahwa semua anak harus menyukai semua jenis seni (stimulasi dapat dilakukan berdasarkan minat dan bakat anak).






 




Komentar