KECERDASAN JAMAK atau MULTIPLE INTELLEGENCIES ( HOWARD GARDNER )


Pertemuan ke 5

Pengertian Kecerdasan Jamak Atau Multiple Intellegencies
Kecerdasan merupakan kemampuan tertinggi yang dimiliki manusia. Tingkat kecerdasan dapat membantu seseorang dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul dalam kehidupannya. Kecerdasan sudah dimiliki sejak manusia .lahir dan terus menerus dapat dikembangkan hingga dewasa. Mengembangkan kecerdasan akan lebih baik jika dilakukan sedini mungkin sejak anak dilahirkan melalui pemberian stimulasi pada kelima panca indranya.
Kecerdasan merupakan ungkapan dalam cara berfikir seseorang ang dapat dijadikan modalitas dalam belajar. Kecerdasan bagi seseorang memiliki manfaat yang besar selain bagi diri sendiri juga bagi pergaulan di masarakat. Melalui tingkat kecerdasan yang tinggi seseorang akan semakin di hargai di masarakat
Gardner seorang professor bidang pendidikan di Harvard University, tidak memandang kecerdasan manusia berdasarkan skor semata dan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung, melainkan dengan ukuran kemampuan yang diuraikan sebagai berikut. (1) Kemampuan untuk menyelesaikan masalah, (2) Kemampuan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan baru untuk dipecahkan, (3) Kemampuan untuk menciptakan sesuatuatau memberikan penghargaan untuk budaya seseorang.
Penelitian Gardner telah meruntuhkan dua asumsi umum tentang kecerdasan, yaitu kecerdasan manusia bersifat satuan bahwa setiap individu dapat dijelaskan sebagai makhluk yang memiliki kecerdasan yang dapat diukur dan tunggal (Chambel, Cambel, dan Dickinson, 2002:3). Dalam studi tentang kecerdasan manusia ditemukan bahwa hakikatnya :
1.      Setiap manusia memiliki delapan (kemudian ditambahkan dua menjadi sepuluh walaupun masih bersifat hipotetis) spectrum kecerdasan yang berbeda-beda dan menggunakannya dengan cara-cara yang sangat individual.
2.      Setiap orang dapat mengembangkan kesemua kecerdasan sampai mencapai suatu tingkat yang memadai, serta
3.      Setaip kecerdasan bekerjasama satu sama lain secara kompleks karena dalam tiap kecerdasan ada berbagai cara untuk menumbuhkan salah satu aspeknya.
Kecerdasan jamak (Multiple Intellegencies) adalah sebuah penilaian yang melihat secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu (Gardner, 1999:27-46). Pendekatan ini merupakan alat untuk melihat bagaimana pikiran manusia mengoprasikan dunia, baik itu benda-benda yang konkreat maupun yang abstrak. Bagi Gardner tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan.
Strategi Pengembangan Kecerdasan Jamak
Pembelajaran dengan kecerdasan jamak sangatlah penting untuk mengutamakan perbedaan individual pada anak didik. Implikasi teori kecerdasan jamak dalam proses pendidikan dan pembelajaran bahwa pengajar perlu memperhatikan modalitas kecerdasan dengan cara menggunakan  berbagai strategi dan pendekatan sehingga anak akan dapat belajar sesuai dengan gaya belajarna masing-masing. Pengembangan kegiatan belajar yang bernuansakan kecerdasan jamak akan menjadi lebih indah dan harmonis apabila guru memiliki motivasi dan kreativitas dalam mengorkestrasikan pembelajarannya dengan cara yang di tawarkan oleh Quantum teaching, yaitu: 
“Bawalah dunia mereka ke dunia kita,
Dan antarkan dunia kita ke dunia mereka,
Sehingga akan menjadi dunia kita bersama”.
Untuk lebih memahami tentang kecerdasan majemuk yang dapat dikembangkan pada diri setiap anak didik, maka berikut ini akan diuraikan berbagai hal  yang berhubungan dengan kedelapan kecerdasan tersebut. Adapun urutan penyajian tidak menunjukan bahwa satu kecerdasan lebih unggul dari kecerdasan lainnya.


1.  Kecerdasan Linguistik (Word Smart)
            Kecerdasan linguistic adalah kecerdasan dalam mengolah kata, atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. Orang yang cerdas dalam bidang ini dapat berargumentasi, meyakinkan orang, menghibur, atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata yang diucapnya.  Kecerdasan ini memiliki empat keterampilan yaitu: menyimak, membaca, menulis dan berbicara. Tujuan mengembangkan kecerdasan linguistic yaitu:
·         Agar anak mampu berkomunikasi secara lisan maupun tulisan secara baik.
·         Memiliki kemampuan bahasa untuk meyakinkan orang lain.
·         Mampu mengingat dan menghafal informasi.
·         Mampu memberikan penjelasan.
·         Mampu untuk membahas bahasa itu sendiri.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan linguistic antara lain: abjad, bunyi, ejaan, membaca, menulis, menyimak, berbicara atau berdiskusi dan menyampaikan laporan secara lisan, bemain games atau mengisi teka teki silang. Kiat untuk mengembangkan kecerdasan linguistic pada anak sejak usia dini, antara lain dapat dilakukan dengan cara-cara berikut ini:
a)      Mengajak anak bercerita. Sejak bayi anak memiliki pendengaran yang baik sehingga baik sekali berkomunikasi dan menstimulasi anak dengan mengajaknya berbicara. Meskipun bayi hanya mendengar dan melihat gerakan lidah tetapi ia memahami bahwa bunyi merupakan unsur penting dalam bahasa, dan usia enam bulan anak akan mengulangi suku-suku kata yang didengarnya. Dengan terus menerus mengajak anak berbicara merupakan langkah awal melatih anak berbicara. Yang merupakan unsur penting dalam berkomunikasi dan keterampilan social.
b)      Membacakan cerita. Membacakan cerita atau mendongeng dapat dilakukan kapan saja bahkan sejak bayi. Sejak bayi anak sudah dapat dikenalkan pada buku. Bombing anak untuk membacakan isi ceritanya dengan berulang-ulang sebagai  bekal pemahamannya kelak dan membantu meningkatkan konsentrasinya. Anak dapat diajak memilih buku sendiri buku-buku yang diinginkannya sesuai dengan minatnya. Bila kebiasaan membaca sudah ditanamkan sejak dini, kelak membaca bukan lagi menjadi salah satu alternative bermain tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan. Ekspresi wajah orang dewasa dengan berbagai intonasi emosi saat membacakan cerita, dapat mengarahkan anak menjadi lebih mandiri dalam mengeksplorasikan bacaan.
c)      Bermain huruf. Bermain mengenalkan huruf-huruf abjad dapat dilakukan sejak kecil, seperti bermain dengan huruf-huruf  sandpaper (amplas). Anak belajar mengenali huruf-huruf dengan cara melihat dan menyentuhnya, disamping mendengarkan setiap huruf yang diucapkan oleh orang tua dan guru. Seiring pemahaman anak akan huruf dan penggunaannya, yaitu dengan menggunakan permainan kartu bergambar berikut kosa katanya. Jika anak paham dengan penggunaan huruf pada kata, ajaklah ia bermain tebak kata, minyalnya bermain dengan benda yang bermula dengan huruf  “B”. permainan ini selain mengajak anak mengenal huruf , juga dapat menambah perbendaharaan kata-katanya. Penambahan kosa kata sangat membantu anak dalam berbicara, agar ia tidak sering kehilangan kata-kata.
d)      Merangkai cerita. Sebelum dapat membaca tulisan, anak-anak umumnya gemar membaca gambar. Berikan anak potongan-potongan gambar  dan biarkan anak mengungkapkan apa yang ia pikirkan tentang gambar itu. Ajaklah anak menyusun gambar menjadi rangkaian cerita.  Membiarkan anak bercerita tentang pengalamanya  hari itu, juga dapat merangsang anak mengembangkan keterampilan berbicara. Ketika anak mulai belajar menulis  latihlah anak untuk mengungkapkan perasaannya, dengan tulisan atau kalimat  misalnya “aku saying mama”. Sejalan dengan pertambahan usia dan kemampuannya menulis, mintalah anak untuk menulis lebih banyak lagi, menulis segala pengalamannya. Kegiatan ini dapat melatih anak menuliskan buah pikirannya dengan runut Karena kemampuan berbahasanya  tidak cuma berbicara tetapi juga menulis.
e)      Berdiskusi atau bercakap-cakap, mungkin hal ang sulit untuk berdiskusi dengan anak usia dini. Sebenarnya, berbagai hal disekitarnya dapat kita diskusikan dengan anak-anak. bertanya tentang yang ada dilingkungan sekitar, misalnya mungkin anak mempunyai pendapat sendiri tentang binatang peliharaan dirumah. Apapun pendapatna kita harus menghargai isi pembicaraannya. Membicarakan perasaan, selain mengasah perkembangan bahasa, juga melatih anak untuk mengendalikan emosi, semakin terampil anak mengemukakan perasaannya, semakin tinggi kemampuannya Mengendalikan emosi.
f)       Bermain peran, ajaklah anak melakukan suatu adegan seperti yang pernah anak alami. Bermain peran membantu anak mencoba sendiri berbagai peran yang ada dilingkungan sekitarnya, sehingga dapat mengembangkan kemampuannya dalam penggunaan kosa kata.
g)      Memperdengarkan lagu anak-anak, perkenalkanlah anak dengan lagu anak-anak, ajaklah anak untuk ikut bernyayi, kegiatan ini sangat mengembirakan bagi anak, selain mempertajam pendengaran anak, memperdengarkan lagu juga menuntut anak untuk menyimak setiap lirik yang dinyanyikan, yang kemudian anak menirukan lagu tersebut dan juga dapat menambah kosa kata anak dan pemahaman arti kata bagi anak.

2. Kecerdasan Logika-Matematika (Logic Smart)
Kecerdasan logis-matematis adalah kecerdasan dalam hal angka dan logika. Kecerdasan ini melibatkan keterampilan mengolah angka dana tau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat. Kecerdasan logika matematika pada dasarnya melibatkan kemampuan-kemampuan menganalisis masalah secara logis, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan logika matematika antara lain bilangan, beberapa pola, perhitungan, pengukuran, geometri, statistic, peluan, pemecahan masalah, logika, game strategi, dan petunjuk grafik. Adapun cara mengembangkan kecerdasan logika matematika pada anak yaitu :
a)      Bermain puzzle, dapat juga dengan permainan lain seperti ular tangga dan domino. Permainan ini akan membantu anak dalam latihan mengasah kemampuan memecahkan berbagai masalah menggunakan logika.
b)      Mengenal bentuk geometri, dapat dimulai dengan kegiatan sederhana sejak anak masih bayi, misalnya dengan menggantung berbagai bentuk geometri dengan banyak warna, untuk anak 2-3 tahun yang telah mahir berbicara, ajaklah membandingkan beberapa bentuk geometri, dapat juga menyuruh anak untuk mengelompokkan berdasarkan ciri.
c)      Mengenalkan bilangan melalui sajak berirama dan lagu, pengenalan bilangan melalui nyanyian anak-anak atau dapat juga dengan membuat sajak-sajak berirama dan lagu tentang pengenalan bilangan dan konsep berhitung.
d)      Eksplorasi pikiran melalui diskusi dan olah pikir ringan, dengan obrolan ringan, misalnya mengaitkan pola hubungan sebab-akibat, perbandingan atau pengenalan bilangan dengan topik yang menarik bagi anak, bermain tebak-tebakkan, dapat berupa teka-teki atau tebak kata.
e)      Pengenalan pola, permainan menyusun pola tertentu dengan menggunakan kancing warna-warni, pengamatan atas berbagai kejadian sehari-hari sehingga anak dapat mencerna dan memahaminya sebagai hubungan sebab-akibat.
f)       Eksperimen di alam, membawa anak berjalan-jalan keluar ruangan, biarkan anak bereksplorasi dengan alam.
g)      Memperkaya pengalaman berinteraksi dengan konsep matematika, dapat dengan cara mengikutsertakan anak belanja, membantu mengecek barang yang sudah masuk dalam kereta belanjaan, mencermati berat ukuran barang yang kita beli, memilih dan mengelompokkan sayur-mayur ataupun buah yang akan dimasak.
3. Kecerdasan Fisik-Kinestetik (Body Smart)
Kecerdasan fisik adalah suatu kecerdasan dimana saat menggunakannya kita mampu melakukan gerakan-gerakan yang bagus,berlari, menari, membangunsesuatu, semua seni dan hasta karya. Banyak orang ang berbakat secara fisikdan terampil menggunakan tangan tidak menyadari bahwa mereka menunjukkan bentuk kecerdasan yang tinggi. Kecerdasan yang sama nilainya dengan kecerdasan yang lain.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan fisik yaitu : aktivitas fisik, modelling, dansa, menari, body languages, sport, dan penampilan. Berikut beberapa kegiatan ang dapat dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan fisik pada anak :
a)      Menari, anak-anak pada dasarnya menyukai music dan tari. Kita dapat mengajak anak untuk menari bersama, menari menurut keseimbangan, keselarasan gerak tubuh, kekuatan dan kelenturan otot. Tidak hanya tangan, kaki dan tubuh pun ikut bergerak. Bila anak menunjukkan bakatnya pada bidang ini maka anak dapat dimasukkan ke sanggar tari yang ada.
b)      Bermain peran, kegiatan ini menuntut bagaimana anak menggunakan tubuhnya menyesuaikan dengan perannya, bagaimana ia harus berekspresi, termasuk juga gerakan tangan, misalnya anak bermain peran sebagai dokter, ia harus menggerakkan tubuhnya, melakukan gerakan-gerakan selayaknya seorang dokter. Biasanya bermain peran ini muali anak mainkan pada usia kira-kira 3 tahun. Melalui bermain peran, kemampuan imajinasi anakpun turut terasah.
c)      Drama, kegiatan ini menyerupai bermain peran, hanya saja dalam lingkup ang lebih luas. Latihan melenturkan tubuh memang biasanya dilakukan sebelum melakukan latihan peran, kegiatan ini dilakukan untuk melenturkan otot-otot sehingga tidak kaku bila memainkan suatu peran. Dalam kegiatan ini selain kemampuan gerak anak terasah, kemampuan sosialisasinya pun berkembang karena ia dituntut dapat bekerjasama dengan orang lain.
d)      Latihan fisik, berbagai latihan fisik dapat membantu meningkatkan keterampolan motorik anak. keterampilan-keterampilan ini juga membantu anak dalam melakukan kegiatan gerak tubuh. Tentunya latihan-latihan fisik tersebut disesuaikan dengan usia anak, misalnya aktivitas berjalan diatas papan dapat melatih kekuatan otot dan belajar keseimbangan.
e)      Pantomim, pantomim atau sandiwara bisu hamper sama dengan drama dan bermain peran, bedanya anak-anak tidak diperbolehkan mengeluarkan suara, semua komunikasi mengandalkan bahasa tubuh dan ekspresi muka. Kegiatan ini selain mengasah kecerdasan gerak tubuh anak juga dapat mengajah kecerdasan spasialnya. Anak memainkan peran tertentu dengan membayangkannya terlebih dahulu.
f)       Berbagai olah gerak, berbagai kegiatan olah gerak juga dapat meningkatkan kecerdasan gerak tubuh anak, selain itu kesehatan dan pentumbuhan anak juga terangsang. Olah gerak yang dilakukan harus disesuiakan dengan perkembangan motoriknya. Anak dapat diajak berenang, bermain bola kaki dan tangan, bulu tangkis, ataupun senam bebas dan senam fantasi.
4. Kecerdasan Visual Spasial (Picture Smart)
Visual spasi merupakan salah satu bagian dari kecerdasan jamak yang berhubungan erat dengan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam pikiran seseorang, atau untuk anak di mana dia berpikir dalam bentuk visualisasidan gambar untuk memecahkan sesuatu masalah atau menemukan jawaban. 
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan visual spasial antara lain :video, gambar, menggunakan model atau diagram.
a)      Menggambar dan melukis. Pada anak-anak, kegiatan meng4gambar dan melukis tampaknya yang paling sering dilakukan mengingat kegiatan ini dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dan biaya relative murah. Biarkan anak menggambar dan melukis apa yang ia inginkan sesuai imajinasinya. Kegiatan ini merupakan ajang bagi anak untuk mengekspresikan diri.
b)      Mencoret-coret, untuk mampu menggambar anak memulainya dengan tahapan mencoret terlebih dahulu, mencoret yang dimulai sejak anak berusia 18 bulan ini merupakan sarana untuk mengekspresikan diri meski yang digambarkan belum tentu langsung terlihat isi pikirannya, selain itu kegiatan ini juga menuntut koordinasi tangan mata anak. coretan yang merupakan tahapan dari menggambar merupakan sarana untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitasnya. Suatu kemampuan yang mendukung kecerdasan visual-spasial.
c)      Menyanyi, mengenal, dan membayangkan suatu konsep. Kegembiraan anak saat melakukan kegiatan ini, seni juga dapat membuat anak lebih cerdas. Melalui menyanyi anak mengenal berbagai konsep. Lagu mengenai pemandangan, kemampuan visual spasial anak pun terasah, bagaimana ia harus membayangkan nada saat ia menyayikannya, dan juga membayangkan objek-objek alam yang akan dinyanyikan, dan bagaimana hubungan objek tersebut satu sama lain.
d)      Membuat prakarya. Bukan hanya menggambar, membuat prakarya juga dapat meningkatkan kecerdasan visual spasial anak, kerajinan tangan membangun kepercayaan diri anak, kreativitas dan imajinasi anak pun terlatih karenanya.
e)      Mengunjungi berbagai tempat. Untuk memperkaya pengalaman visual anak dapat dilakukan dengan mengajaknya ke museum, kebun binatang, menempuh perjalanan alam lainnya dan memberinya buku ilustrasi.
f)       Melakukan permainan konstruktif dan kreatif. Sejumblah permainan seperti membangun konstruksi, dapat membantu mengoptimalkan perkembangan kecerdasan visual spasial anak. anak dapatmenggunakan alat permainan seperti balok-balok, mazes (mencari jejak), puzzle (merangkai kepingan gambar), dan permainan rumah-rumahan.
g)      Mengatur dan merancang kejelian anak. untuk mengatur dan merancang juga dapat diasah dengan mengajaknya dalam kegiatan mengatur ruang rumah. Kegiatan seperti ini juga baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, bahwa ia mampu memutuskan sesuatu.
5.      Kecerdasan Intrapersonal (Self Smart)
kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan diri kita untuk berpikir secara reflektif yaitu mengacu kepada kesadaran reflektif mengenai perasaan dan peroses pemikiran diri sendiri. Adapun kegiatan yang mencangkup ini ialah berpikir, meditasi,ber mimpi, berdiam diri merencanakan tujuan, refleksi, merenung, membuat jurnal menilai diri, waktu menyendiri proyek, yang di rintis sendiri,  dan menulis intropeksi.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan intrapersonal antar lain: refleks, perasaan, self analisis, keyakinan diri, mengaggumi diri sendiri, organisasi waktu, perencanaan untuk masa depan. Cara mengembangkan kecerdasan intrapersonal :
·         Menciptakan citra diri positif guru dapat memberikan self image citra diri, yang baik pada anak yaitu dengan menampilkan sikap yang hangat namun tegas pada anak sehingga ia tetap dapat memiliki sikap hormat pada guru.selain itu guru yang juga menghormati dan perduli pada anak didiknya, akan mendapati bahwa ia lebih mudah menawarkan perhatian, penghargaan, dan penerimaan pada anak.
·         Ciptakan suasana serta situasi dan kondisi yang kondusif di rumah dan sekolah yang mendukung pengembangan kemampuan intrapersonal dan penghargaan diri anak.
·         Bercakap-cakap tentang minat dan keadaan diri anak, orang dapat menanyakan kepada anak dengan suasana santai, hal-hal apa saja yang ia rasakan sebagai kelebihanya dan dapat iya banggakan, serta kegiatan apa yang saat ini tengah ia minati. bantu anak untuk menentukan ke kurangan dirinya, semisal sikap-sikap negative yang sebaiknya ia perbaiki
·         Memberikan kesempatan menggambar diri sendiri dari sudut pandang anak, Kegiatan menggambar diri sendiri sudut pandangnya, membuat anak seakan berkaca dalam melihat siapa dirinya sesuai perasaanya, dan apa yang ia lihat sendiri.
·         Membayangkan diri di masa datang, biarkan ia menghayalkan masa depanya dari kegiatan ini orang tua dapat mengetahui bagaiman anak memandang dirinya di saat ini dan juga di masa datang.
6.      Kecerdasan interpersonal (people smart).
 Kecerdasan interpersonal adalah berpikir lewat berkomonikasi denga orang lain adapun kegiatan yang mencakup kecerdasan ini adalah: memimpin, meng organisasi, berinteraksi, berbagi, menyayangi, berbicara, sosialisasi, menjadi pendamai, permainan kelompok, club, teman-teman, kelompok dan kerjasama.
Cara menggembangkan kecerdasan interpersonal pada anak :
mengembangkan dukungan kelompok, menetapkan aturan tingkah laku, memberi kesempatan bertanggung jawab di rumah bersama-sama menyelesaikan konflik, melakukan kegiatan social di lingkungan, menghargai perbedaan pendapat antara anak dan teman sebaya, menumbuhkan sikap ramah dan memahami keragaman budaya lingkungan social dan melatih kesabaran menunggu giliran berbicara, serta mendengarkan pembicaraan orang lain terlebih dahulu.
7.      Kecerdasaan Musikal (Music Smart)
Kemampuan menangani dengan bentuk-bentuk musical, dengan cara mempesepsi  (menikmati music), membedakan (kritis musik), mengubah (composer), mengekspresikan (penyanyi). Kecerdasan ini meliputi kepekaan pada irama, pola titi nada pada melodi, dan warna nada atau warna suara suatu lagu.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasaan musical anata lain: mendengarkan music,melodi,instrumentalia dan menyanyi bersama atau sendiri.
Cara mengembangkan kecerdasaan pada  anak:
·         Beri kesempatan pada anak didik untuk melihat kemampuan yang ada pada diri mereka, buat mereka lebih percaya diri.
·         Berikan stimulis-stimulus ringan kecerdasaan yakni orang-orang yang telah mengembangkan kecerdasaan mereka sampai pada tingkat kecakapan tertinggi, ini akan menjadi teladan dan inspirasi bagi mereka. Buatlah kegiatan-kegiatan khusus yang dapat dimasukan dan dikembangkan dalam kecerdasan musikal,missal,”careee day” di mana para music musisi porfesonal menceritakan “kecerdasan musik’’nya, wisata di mana anak di ajak ke stasiun radio untuk memutarkan lagu-lagu biografis dari musisi terkenal, panduan suara.
8. Kecerdasan Natural (Nature Smart)
Kecerdasan naturalis yaitu keahlian mengenal dan mengkatagorikan spesies (flora- fauna) di lingkungan sekitar, mengenal eksistensi suatu spesies, memetakan hubungan antara beberapa spesies kecerdasan ini juga meliputi kepekaan pada fenomena alam lainnya (misalnya informasi awan dan gunung-gunung bagi mereka) yang dibesarkan dilingkungan perkotaan, kemampuan membedakan benda tak hidup, seperti mobil, sepatu karet, dan sampul karet cd, dan lain-lain selain itu kecerdasan natural adalah kemampun merasakan bentuk-bentuk serta menghubungkan elemen-elemen  yang ada di alam.
Materi program dalam kurikulum yang dapat mengembangkan kecerdasan naturalis antara lain: Sain permulaan, ilmu potensi, gejala-gejala alam atau hubungan antara benda-benda hidup dan tak hidup yang ada di alam sekitar. Cara mengembangkan kecerdasan pada anak di sekolah yaitu memberi kesempatan pada anak didik untuk mengetahui kemampuan yang ada pada dirinya  Buatlah kegiatan-kegiatan khusus yang dapat dimasukkan kedalam kecerdasaan naturalis, misalnya: Karya wisata ke kebun binatang.
Strategi pembelajaran kecerdasan natural :
·         Jalan-jalan dialam terbuka,berdiskusi mengenai apa yang terjadi di dalam lingkungan sekitar.
·         Melihat keluar jendela.
·         Tanaman sebagai dekorasi, gunakan tanaman sebagai metramorfosa naturalistic untuk ilustri setiap pelajaran, membawa hewan peliharaan kekelas, anak diberi tugas mencatat perilaku hewan tersebut.
·         Ekostudi, ekologi yang di interganisasikan kedalam setiap bagian pembelajaran disekolah, kesimpulan penting bahwa anak memiliki sikap hormat pada alam sekitar.
9.Kecerdasan Spiritual
Kecerdasan dalam memandang makna atau hakikat kehidupan ini sesuai dengan kodratbmanusia sebagain mahluk Tuhan Maha Esa yang berkewajiban penyalangkan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Materi program yang dapat dikembagkan doa atau puji-pujian kepada sang pencipta sesuai ajaran agama seperti memberi salam, belajar mengikuti tata cara ibadah sesuai dengan yang dianut, mengembangkan sikap dermawan, membangun sikap teleransi terhadap sesama.
Cara untuk mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak usia dini, antara lain melalui teladan dalam bentuk nyata yang diwujudkan perilaku baik lisan, tulisan maupun perbuatan, melalui cerita atau dongeng untuk mengambarkan perilaku baik-buruk, kebesaran sang pencipta seperti program binatang dan aneka tubuhan dan serta kekayaan alam lainnya, mengenalkan dan mencontohkan kegiatan secara nyata, membangun sikap teloransi kepada sesame mahluk ciptaan Tuhan
Program stimulasi untuk mengembangkan kecerdasan stimulasi pada anak usia dini dan dilakukan melalui program keteladanan kepada orang tua atau orang dewasa sehingga anak terbiasa untiu meniru perilaku baik.


Komentar